Perkembangan Belanja Online di Indonesia Tahun 2017

Tahun 2017 ini perkembangan belanja online di Indonesia makin pesat. Menurut data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal 1 tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01%. Pertumbuhan ekonomi tersbeut ditopang oleh sejumlah sektor, termasuk informasi dan komunikasi yang mengalami pertumbuhan sebanyak 9,01%.
Pertumbuhan tersebut tak lain karena semakin banyaknya pengguna internet. Dan fenomena ini juga berdampak terhadap pertumbuhan belanja online di Indonesia. Saat ini, sebagian masyarkaat mulai beralih demham memilih belanja online dibanding belanja konvensional.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, volume transaksi secara online juga mengalami peningkatan 1,5% di atas transaksi konvensional.
Terus meningkatnya tren belanja online di Indonesia ini juga diakui oleh pengusaha mal. Tidak sedikit pengusaha mal yang risau karena perkembangan belanja via internet yang begitu pesat ternyata sedikit banyak mampu menggerus bisnis mall mereka.
Memang jika kita berkaca dari pertumbuhan pengguna internet di Indonesia terus mengalami lonjakan. Pada tahun 2017 ini diperkirakan terdapat 132,7 juta orang pengguna internet di Indonesia dimana jumlah pembelinya sudah mencapai 24,7 orang. Bila dikalkulasi, potensi e-commerce di Indonesia memiliki nilai 5,6 miliar dolar AS dengan rata-rata pembelian per orang per tahun sekitar 228 dolar AS.
Sejumlah situs belanja online di Indonesia juga mengalami perkembangan pesat. Beberapa situs ecommerce itu sudah ada yang bisa mendapatkan puluhan juta pengunjung setiap bulannya.
Sementara jika melihat pasar e-commerce di Indonesia yang pada tahun 2014 lalu masih berada pada angka sekitar Rp 176 triliun, tapi untuk tahun 2017 ini diprediksi sudah bisa meningkat lebih dua kali lipat dengan total market sekitar 30 miliar dollar AS.
Berkah pertumbuhan belanja online di Indonesia itu juga dirasakan oleh JD.ID. Hal tersebut bisa dilihat dari penambahan warehouse situs online tersebut. Setelah sebelumnya membuka di Surabaya, JD.ID berencana untuk membuka warehouse di Medan dan Pontianak pada tahun ini. Bila rencana itu terealisasi, nantinya website tersebut akan memiliki empat warehouse, setelah sebelumnya memiliki warehouse di kawasan Cimanggis, Jakarta.
Selain itu, website tersebut juga terus mengembangkan layanannya. Seperti bagi pembeli bisa melakukan kredit barang tanpa kartu kredit. Dengan bermitra seperti dengan Kreditplus diharapkan bisa makin memudahkan konsumen dalam mendapatkan barang yang diinginkannya.
Jadi saat mengorder barang yang diinginkannya, pembeli bisa memilih cara pembayaran multifinance dan kemudian memilih Kreditplus. Setelah itu perusahaan multifinance ini akan memproses pengajuan kredit Anda. Untuk proses persetujuan kredit tersebut juga hanya membutuhkan waktu singkat yakni selama 3 hari. Kemudian untuk pembayaran cicilannya, pengguna bisa membayar seperti melalui Indomart, Alfamart, ATM maupun Kantor Pos.
Pertumbuhan ecommerce di Indonesia yang begitu pesat ini tak lepas dari pengguna internet yang merupakan kelas menengah ke atas. Hal tersebut makin memudahkan penetrasi untuk penjualan secara online. Sebab pangsa pasar tersebut memang memiliki daya beli yang cukup kuat.

Latest
Previous
Next Post »